Company Profile atau Landing Page? Cara Memilih yang Tepat
Dua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal tujuannya berbeda — dan memilih yang salah berarti membayar untuk sesuatu yang tidak menyelesaikan masalah Anda.
Perbedaan intinya
| Landing page | Company profile | |
|---|---|---|
| Tujuan | Membuat satu tindakan terjadi | Meyakinkan dan menjelaskan |
| Jumlah halaman | Satu | Biasanya 5–10 |
| Pengunjung datang dari | Iklan, kampanye, tautan bio | Pencarian, rekomendasi, kartu nama |
| Ukuran keberhasilan | Berapa yang menghubungi | Berapa yang percaya |
| Umur pakai | Sering diganti per kampanye | Bertahan bertahun-tahun |
Pilih landing page kalau…
- Anda sedang memasang iklan dan butuh tempat mendarat yang fokus.
- Anda menjual satu produk atau satu layanan, bukan seluruh perusahaan.
- Anda ingin mengumpulkan kontak calon pembeli secepat mungkin.
- Anda ingin menguji sebuah ide sebelum membangun sesuatu yang besar.
Kekuatan landing page justru pada keterbatasannya. Tidak ada menu ke mana-mana, tidak ada halaman lain untuk dijelajahi — hanya satu alur menuju satu tombol. Itu sebabnya ia bekerja untuk iklan.
Pilih company profile kalau…
- Calon klien mencari nama perusahaan Anda sebelum memutuskan bekerja sama.
- Anda mengikuti tender, proses vendor, atau kerja sama institusional.
- Anda punya beberapa layanan yang masing-masing perlu dijelaskan.
- Anda ingin ditemukan lewat pencarian Google secara berkelanjutan, bukan hanya selama iklan berjalan.
Landing page menjawab “kenapa saya harus beli ini sekarang”. Company profile menjawab “apakah perusahaan ini bisa saya percaya”.
Isi minimal masing-masing
Kalau Anda menyusun brief sendiri, dua daftar ini bisa dipakai sebagai patokan. Apa pun di luar itu adalah tambahan, bukan keharusan.
Landing page
- Satu kalimat pembuka yang menjelaskan apa yang Anda tawarkan dan untuk siapa.
- Bukti bahwa itu masuk akal: angka, foto hasil, atau testimoni yang benar-benar ada.
- Penjelasan singkat cara kerjanya, biasanya tiga sampai empat langkah.
- Harga atau kisaran harga. Menyembunyikannya membuat sebagian besar pengunjung pergi.
- Satu tombol tindakan yang diulang beberapa kali sepanjang halaman — bukan lima tombol berbeda.
- Jawaban atas keberatan yang paling sering muncul, biasanya dalam bentuk FAQ pendek.
Company profile
- Beranda yang merangkum siapa Anda dan mengarahkan ke halaman lain.
- Halaman Tentang: sejarah singkat, siapa di baliknya, apa yang membedakan.
- Halaman Layanan, satu per layanan kalau masing-masing perlu penjelasan sendiri.
- Portofolio atau studi kasus — ini yang paling sering dibaca calon klien perusahaan.
- Halaman Kontak dengan alamat, jam kerja, dan cara menghubungi yang jelas.
- Halaman legal seperti kebijakan privasi kalau Anda mengumpulkan data pengunjung.
Perhatikan bedanya: daftar pertama semuanya tentang membuat satu keputusan terjadi. Daftar kedua semuanya tentang menjawab “apakah mereka bisa dipercaya”.
Kesalahan yang sering terjadi
Membuat company profile untuk kebutuhan iklan
Pengunjung dari iklan datang dengan satu niat. Kalau mereka mendarat di beranda perusahaan dengan menu tujuh halaman, sebagian besar akan tersesat lalu pergi. Anda membayar per klik untuk kebingungan.
Membuat landing page sebagai wajah resmi perusahaan
Sebaliknya, klien korporat yang mencari profil Anda dan hanya menemukan satu halaman promosi sering menganggap usaha Anda belum mapan. Di konteks itu, kelengkapan justru yang membangun kepercayaan.
Mengira lebih banyak halaman selalu lebih baik
Halaman yang tidak punya tujuan jelas hanya menambah biaya pembuatan, biaya pemeliharaan, dan tempat untuk konten menjadi usang. Lebih baik lima halaman yang terawat daripada lima belas yang setengah jadi.
Tanda Anda sudah salah pilih
Kalau situs Anda sudah jalan, gejala ini biasanya muncul sebelum angkanya kelihatan di laporan:
- Pengunjung dari iklan datang lalu langsung pergi tanpa membuka halaman kedua. Biasanya berarti mereka mendarat di halaman yang tidak menjawab iklannya.
- Banyak yang bertanya lewat WhatsApp menanyakan hal yang sebenarnya sudah tertulis di situs. Berarti informasinya ada, tapi terkubur terlalu dalam.
- Calon klien perusahaan meminta “profil lengkap” lewat email meski Anda sudah punya website. Berarti situs Anda belum terbaca sebagai profil resmi.
- Anda sendiri malas mengirimkan tautan situs Anda ke calon klien. Ini tanda paling jujur, dan yang paling sering diabaikan.
Kabar baiknya, salah pilih tidak berarti harus membuang semuanya. Menambahkan satu landing page terpisah untuk kampanye jauh lebih murah daripada membangun ulang company profile — dan sebaliknya, company profile bisa dibangun bertahap dengan landing page yang sudah ada sebagai salah satu halamannya.
Bedanya di biaya dan waktu
| Landing page | Company profile | |
|---|---|---|
| Harga pasar | Rp 1,5 – 3 juta | Rp 3 – 7 juta |
| Sitetiva | Mulai Rp 749 ribu | Mulai Rp 1,49 juta |
| Waktu pengerjaan | 3–5 hari kerja | 7–14 hari kerja |
| Konten yang perlu disiapkan | Sedikit | Cukup banyak |
Selisih waktunya sering lebih terasa daripada selisih harganya, dan penyebab terbesarnya bukan di sisi pengerjaan — melainkan menunggu teks dan foto dari klien. Company profile butuh materi untuk lima sampai enam halaman, dan menyiapkan itu biasanya memakan waktu lebih lama daripada yang diperkirakan.
Kalau Anda ingin cepat online, siapkan dulu teks dan gambarnya sebelum proyek dimulai. Itu satu hal yang paling memperpendek waktu pengerjaan, jauh lebih berpengaruh daripada memilih vendor yang mengaku lebih cepat.
Kalau ternyata butuh keduanya
Ini justru kombinasi yang umum dan masuk akal: company profile sebagai rumah tetap, lalu landing page terpisah untuk setiap kampanye iklan. Keduanya tidak saling menggantikan.
Kalau anggaran terbatas, mulai dari yang sesuai sumber pengunjung Anda sekarang. Kalau pembeli datang dari iklan, mulai dari landing page. Kalau mereka mencari nama Anda, mulai dari company profile.
Bacaan lanjutan
Kalau yang Anda cari sebenarnya rincian angkanya, kami bahas terpisah di artikel biaya pembuatan website — lengkap dengan biaya tahunan yang sering tidak disebutkan di penawaran.
Masih bingung yang mana? Ceritakan dari mana calon pelangganmu biasanya datang — itu biasanya sudah cukup untuk menentukan jawabannya.
💬 Tanya via WhatsApp