Website untuk UMKM: Perlu atau Cukup Media Sosial Saja?
Banyak pemilik usaha kecil sudah punya Instagram dan WhatsApp Business yang jalan, lalu bertanya apakah masih perlu website. Jawaban jujurnya: tidak selalu. Tapi ada beberapa keadaan di mana tidak punya website benar-benar merugikan.
Kapan media sosial saja sudah cukup
Kalau semua hal ini benar untuk usaha Anda, website belum mendesak:
- Pembeli Anda datang dari sekitar dan sudah kenal β bukan dari orang yang mencari di Google.
- Produk Anda sedikit dan jarang berubah, jadi katalog di feed masih terkelola.
- Anda menjual lewat marketplace yang sudah punya trafiknya sendiri.
- Anda belum punya waktu untuk mengurus satu kanal lagi.
Kalau begitu keadaannya, uangnya lebih baik dipakai untuk foto produk yang bagus. Itu memberi dampak lebih cepat daripada website yang tidak sempat diurus.
Kapan website mulai benar-benar diperlukan
Sebaliknya, ini tanda-tanda yang biasanya muncul tepat sebelum orang menyesal belum punya website:
- Calon pelanggan mencari jenis usaha Anda di Google. Kalau orang mengetik βkatering pernikahan Bandungβ, akun Instagram jarang muncul β website bisa.
- Anda mengurus klien perusahaan atau instansi. Banyak di antaranya butuh alamat website resmi untuk proses vendor dan verifikasi.
- Anda lelah menjawab pertanyaan yang sama. Harga, jam buka, cara pesan, area pengiriman β di website ditulis sekali, terbaca terus.
- Akun media sosial Anda pernah dibatasi atau nyaris hilang. Akun itu bukan milik Anda; domain adalah milik Anda.
- Produk Anda sudah terlalu banyak untuk feed. Orang tidak akan menggulir enam bulan ke belakang untuk mencari satu barang.
Media sosial bagus untuk ditemukan orang yang sedang menggulir. Website bagus untuk ditemukan orang yang sedang mencari β dan orang yang sedang mencari jauh lebih dekat ke membeli.
Website, marketplace, atau media sosial?
Ketiganya bukan pilihan saling menggantikan β masing-masing kuat di hal berbeda. Yang sering keliru adalah mengharapkan satu kanal melakukan semuanya.
| Media sosial | Marketplace | Website | |
|---|---|---|---|
| Biaya awal | Gratis | Gratis | Sekali bayar |
| Potongan per transaksi | Tidak ada | Ada, per penjualan | Tidak ada |
| Ditemukan lewat Google | Sulit | Lewat nama toko | Bisa, ini kekuatannya |
| Siapa yang memegang kendali | Platform | Platform | Anda |
| Cocok untuk | Membangun minat | Transaksi cepat | Meyakinkan & ditemukan |
Baris keempat yang paling sering diabaikan sampai terlambat. Akun yang dibatasi atau hilang berarti daftar pelanggan dan seluruh riwayat konten ikut hilang, dan tidak ada nomor yang bisa dihubungi untuk mengembalikannya. Domain yang Anda beli sendiri tidak bisa dicabut oleh siapa pun.
Yang wajib ada, dan yang bisa ditunda
Website UMKM yang berguna tidak harus besar. Justru yang paling efektif biasanya sederhana. Yang wajib ada:
- Penjelasan singkat Anda menjual apa, terbaca dalam lima detik pertama.
- Tombol WhatsApp yang langsung terhubung β bukan nomor yang harus disalin manual.
- Katalog atau daftar layanan dengan harga, atau setidaknya kisaran harga.
- Lokasi dan area layanan, kalau usaha Anda terikat wilayah.
- Tampilan yang rapi di HP. Sebagian besar pengunjung Anda datang dari ponsel.
Yang bisa ditunda sampai usaha berkembang: blog, multi-bahasa, sistem keranjang dan pembayaran otomatis, login pelanggan, dan integrasi yang rumit. Semua itu menambah biaya dan pekerjaan pemeliharaan sebelum Anda tahu benar-benar membutuhkannya.
Empat kesalahan yang sering terjadi di website pertama
1. Membuat terlalu besar di awal
Godaan untuk langsung punya blog, katalog lengkap, dan sistem pemesanan otomatis itu besar. Tapi halaman yang tidak sempat diurus akan terlihat mati dalam tiga bulan, dan halaman mati merugikan kepercayaan lebih besar daripada tidak punya halaman itu sama sekali.
2. Menyembunyikan harga
Banyak yang menulis βhubungi kami untuk hargaβ karena takut kalah bersaing. Efeknya justru sebaliknya: sebagian besar pengunjung tidak akan repot menghubungi, mereka menutup halaman dan mencari yang mencantumkan angka. Kalau harganya benar-benar bervariasi, tulis kisaran atau harga mulai β itu sudah cukup.
3. Foto produk seadanya
Ini satu-satunya hal yang tidak bisa ditutupi desain sebagus apa pun. Foto gelap dan buram membuat produk bagus terlihat murahan. Kamera ponsel masa kini sudah lebih dari cukup β yang kurang biasanya cahaya, bukan alatnya.
4. Membuatnya lalu meninggalkannya
Nomor WhatsApp yang sudah ganti, harga tahun lalu, promo yang sudah lewat enam bulan. Website tidak perlu diperbarui tiap minggu, tapi sekali beberapa bulan perlu dicek agar isinya masih benar. Informasi yang salah lebih merugikan daripada halaman yang sederhana.
Berapa anggarannya
Untuk UMKM, dua bentuk yang paling sering masuk akal adalah landing page satu halaman dan katalog produk sederhana. Kisaran harga pasar untuk landing page ada di Rp 1,5β3 juta, sementara toko online dan katalog di Rp 5β15 juta. Di Sitetiva keduanya mulai dari Rp 749 ribu dan Rp 2,49 juta, dan UMKM mendapat potongan tambahan 20%.
Bacaan lanjutan: kalau Anda ingin memahami dari mana angka-angka itu berasal, kami rinci di artikel biaya pembuatan website.
Berapa lama sampai terasa hasilnya
Perlu jujur di sini: website bukan saklar yang begitu dinyalakan langsung mendatangkan pembeli. Kalau Anda mengarahkan pengunjung sendiri β dari bio Instagram, dari status WhatsApp, dari kartu nama β manfaatnya terasa segera, karena orang yang tadinya harus bertanya sekarang bisa membaca sendiri.
Tapi kalau harapannya ditemukan lewat pencarian Google, itu butuh waktu. Situs baru perlu dirayapi dan diindeks dulu, dan untuk kata pencarian yang ramai, bersaing dengan situs yang sudah berdiri bertahun-tahun butuh berbulan-bulan. Yang lebih cepat membuahkan hasil adalah pencarian yang spesifik β nama usaha Anda, atau jenis usaha ditambah nama daerah.
Ragu website Anda perlu sebesar apa? Ceritakan usahanya β kami bantu tentukan bentuk yang paling masuk akal, termasuk kalau jawabannya βbelum perluβ.
π¬ Konsultasi Gratis via WhatsApp