Delapan cabang, delapan cara kerja
Jaringan klinik kesehatan · Efisiensi Proses
Masalahnya
Jaringan ini tumbuh dari satu klinik jadi delapan dalam enam tahun. Tidak ada satu pun prosedur tertulis yang dipakai semua cabang.
Akibatnya waktu tunggu pasien di cabang terburuk 2,1 kali lebih lama daripada di cabang terbaik, dengan jumlah dokter per pasien yang praktis sama.
Yang kami kerjakan
Kami tidak menyusun prosedur baru dari nol. Sepuluh minggu dihabiskan untuk memetakan apa yang sebenarnya dikerjakan kedelapan cabang, lalu mengambil yang terbaik dari masing-masing.
Prosedur gabungan itu diuji dulu di dua cabang selama delapan minggu sebelum disebar — dan dua dari sebelas langkah yang kami rancang ternyata tidak berjalan, lalu diganti.
Pelatihan dilakukan oleh staf dari cabang asal prosedur itu, bukan oleh kami.
Catatan jujurProyek ini molor sebelas minggu dari rencana. Dua cabang menolak perubahan sampai direktur medis turun tangan langsung — sesuatu yang seharusnya kami antisipasi sejak awal.
Tim yang menangani
Studi kasus lain
Margin turun sementara omset naik
Omset naik 34% dalam dua tahun, tapi laba operasi justru turun. Penyebabnya bukan harga bahan.
Pendanaan yang hampir gagal karena satu asumsi
Pengajuan pinjaman Rp 120 miliar berhenti dua kali. Masalahnya bukan angkanya, tapi tidak ada yang bisa menjelaskan dari mana angkanya.

