Margin turun sementara omset naik
Produsen komponen otomotif · Efisiensi Proses
Masalahnya
Perusahaan ini tumbuh cepat setelah mendapat dua pelanggan besar baru. Omsetnya naik 34% dalam dua tahun, tapi laba operasinya turun dari 11% ke 6,8%.
Manajemen yakin penyebabnya kenaikan harga bahan baku. Analisis kami menunjukkan harga bahan hanya menjelaskan sekitar sepertiga dari penurunan itu.
Yang kami kerjakan
Enam minggu mengikuti alur produksi dan mencatat waktu per langkah, termasuk waktu tunggu yang tidak pernah masuk laporan mana pun.
Yang muncul: pesanan dari dua pelanggan baru punya spesifikasi yang sedikit berbeda, dan setiap pergantian jenis memakan 40–70 menit penyetelan ulang mesin. Karena penjadwalannya berdasarkan tanggal janji kirim, pergantian jenis terjadi rata-rata sebelas kali sehari.
Kami merancang ulang penjadwalannya jadi berbasis kelompok spesifikasi, dan menegosiasikan ulang jendela pengiriman dengan kedua pelanggan agar pengelompokan itu mungkin.
Catatan jujurTarget awal kami 10,5% margin. Yang tercapai 9,7% — selisihnya karena satu pelanggan menolak mengubah jendela pengiriman, dan lini untuk pelanggan itu tetap dijadwalkan seperti semula.
Tim yang menangani
Studi kasus lain
Delapan cabang, delapan cara kerja
Setiap cabang mengembangkan prosedurnya sendiri. Yang terbaik dan yang terburuk berselisih dua kali lipat dalam waktu tunggu pasien.
Pendanaan yang hampir gagal karena satu asumsi
Pengajuan pinjaman Rp 120 miliar berhenti dua kali. Masalahnya bukan angkanya, tapi tidak ada yang bisa menjelaskan dari mana angkanya.

